Disdikbud Kutai Timur Perkuat Sinergi untuk Tekan Angka Anak Tidak Sekolah

by
16 Mei 2026

SANGATTA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Timur terus memperkuat langkah strategis untuk menekan jumlah Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kabupaten Kutai Timur. Program ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk memastikan setiap anak memperoleh hak yang sama dalam mengakses pendidikan.

Kepala Disdikbud Kutai Timur, Mulyono, mengatakan bahwa penanganan ATS dilakukan melalui tiga pendekatan utama yang saling terintegrasi.

Tahap pertama difokuskan pada upaya menjangkau seluruh anak usia sekolah agar dapat masuk ke satuan pendidikan formal. Tahap kedua diarahkan untuk mencegah peserta didik yang sudah bersekolah agar tidak putus di tengah jalan.

Sementara itu, tahap ketiga menyasar anak-anak yang telah berhenti sekolah agar dapat kembali melanjutkan pendidikan. Bagi mereka yang usianya sudah tidak memungkinkan untuk mengikuti pendidikan formal, Disdikbud menyediakan alternatif melalui pendidikan kesetaraan berupa Paket A, Paket B, dan Paket C.

“Melalui jalur ini, mereka tetap memiliki kesempatan memperoleh ijazah serta bekal keterampilan untuk mendukung masa depan,” ujar Mulyono.

Ia menegaskan bahwa validitas data menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan program. Oleh sebab itu, Disdikbud melakukan pendataan dan verifikasi secara langsung di lapangan agar penanganan yang dilakukan benar-benar tepat sasaran.

Upaya tersebut juga didukung melalui kerja sama lintas sektor dengan melibatkan pemerintah desa, ketua RT, kader PKK, hingga sejumlah organisasi perangkat daerah terkait.

Mulyono berharap sinergi yang terus diperkuat dapat menurunkan angka Anak Tidak Sekolah secara bertahap dan mendorong peningkatan angka partisipasi pendidikan di Kutai Timur.

Admin

Berkarie di media online sejak jaman kompeni, jurnalis uzur ini menyukai outdoor activity, seperti main layangan dan meriam bumbung.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.