UMKM Kue Kering di Sangatta Tetap Bertahan Meski Harga Bahan Baku Naik

by
15 Maret 2026

SANGATTA – Kenaikan harga sejumlah bahan pokok pada Ramadhan 2026 mulai dirasakan para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Sangatta, Kutai Timur. Meski kenaikannya tidak terlalu besar, kondisi tersebut tetap memberi dampak terhadap keuntungan yang diperoleh para pelaku usaha.

Salah satunya dirasakan oleh Dinda, pelaku UMKM yang memproduksi berbagai jenis kue kering. Ia menyebutkan beberapa bahan utama seperti tepung, gula, keju, dan susu mengalami kenaikan harga dibandingkan tahun sebelumnya.

Menurutnya, meskipun kenaikan tersebut tidak terlalu signifikan, tetap saja mempengaruhi perhitungan biaya produksi.

“Beberapa bahan baku seperti tepung, gula, keju, dan susu memang mengalami kenaikan harga dibanding tahun lalu. Walaupun tidak terlalu besar, tetap berpengaruh pada keuntungan yang kami peroleh,” ungkap Dinda.

Meski demikian, Dinda memilih untuk tidak menaikkan harga jual produknya agar tetap terjangkau bagi pelanggan. Hingga saat ini, ia masih mempertahankan harga yang sama seperti tahun 2025, yakni Rp100 ribu per toples ukuran 350 gram untuk berbagai varian kue seperti putri salju, nastar, palm cheese, dan kue keju.

Selain menghadapi kenaikan harga bahan baku, persaingan usaha juga semakin terasa. Banyaknya pelaku usaha serupa membuat para pengusaha harus lebih kreatif agar produknya tetap diminati masyarakat.

Untuk menyiasati kondisi tersebut, Dinda terus melakukan inovasi, baik dari segi rasa, bentuk kue, hingga tampilan kemasan. Ia juga berupaya memperkuat strategi pemasaran agar produknya tetap mampu bersaing di tengah banyaknya pilihan yang tersedia bagi konsumen.

“Kami terus berusaha berinovasi, mulai dari variasi rasa, bentuk, sampai kemasan supaya tetap menarik bagi pembeli dan tidak kalah bersaing dengan produk lainnya,” tambahnya.

Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi, Dinda berharap usaha UMKM seperti miliknya dapat terus bertahan dan berkembang. Ia juga berharap daya beli masyarakat dapat meningkat sehingga produk-produk UMKM lokal tetap diminati.

“Semoga usaha kecil seperti ini bisa terus bertahan dan berkembang. Kami juga berharap daya beli masyarakat semakin membaik agar produk UMKM lokal tetap mendapat tempat di hati konsumen,” tutupnya.

Admin

Berkarie di media online sejak jaman kompeni, jurnalis uzur ini menyukai outdoor activity, seperti main layangan dan meriam bumbung.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.