TP-PKK Kutim Giatkan TOGA, Menyemai Sehat dan Ekonomi dari Pekarangan

by
2 Agustus 2025

LONG MESANGAT – Di tengah wilayah pedalaman Kutai Timur (Kutim) yang jauh dari hiruk-pikuk perkotaan, semangat pemberdayaan warga terus disulut. Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kutim Ny Hj Siti Robiah, hadir langsung di Desa Long Mesangat, Selasa (2/8/2025), untuk meneguhkan pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA) sebagai sumber kesehatan sekaligus penguatan ekonomi masyarakat.

Kunjungan itu dipusatkan di Dasa Wisma Seruni, kelompok warga yang sejak awal tahun mulai menggarap TOGA sebagai program utama. Didampingi Ketua Pokja IV, Camat Long Mesangat Rafichin, dan Ketua TP PKK Kecamatan, Siti Robiah mengingatkan pentingnya mengoptimalkan TOGA tidak hanya untuk kebutuhan rumah tangga, tetapi juga sebagai peluang usaha.

“Memanfaatkan tanaman toga sebagai keperluan keluarga dan kelompok itu sudah baik, tapi jika bisa menghasilkan nilai ekonomis maka akan lebih bermanfaat,” ujarnya.

Ia menekankan, TOGA memiliki beragam khasiat. Mulai dari mengatasi keluhan ringan seperti batuk, flu, hingga meningkatkan imunitas karena kandungan antioksidan dan vitamin.

“Melalui TOGA warga bisa mengurangi ketergantungan obat kimia, karena tersedia alternatif pengobatan herbal sederhana. Juga mendorong gaya hidup sehat membiasakan keluarga mengonsumsi ramuan herbal yang lebih alami,” jelasnya.

Bahkan, menurutnya, jika diolah menjadi produk jamu, teh herbal, minyak atsiri, atau bumbu dapur, TOGA bisa berkembang menjadi usaha rumahan yang menopang perekonomian.

“Jika dikembangkan bersama, bisa menjadi sumber pendapatan kolektif dan menjaga ketahanan ekonomi warga,” tambahnya.

Yanu Kusuma Astuti, Ketua Dasa Wisma Seruni, menceritakan kiprah kelompoknya yang berdiri sejak Januari 2025. Selain fokus pada TOGA, mereka juga mengolah anyaman bambu menjadi piring dan bakul nasi.

“Dasa Wisma Seruni memiliki tim promosi, tim produksi, dan penanggung jawab. Bahkan, kami sudah merintis program UMKM berbasis TOGA dengan menggunakan pupuk organik,” katanya.

Apresiasi juga datang dari Camat Long Mesangat Rafichin. Ia menyebut pendampingan TP-PKK berperan vital dalam memotivasi masyarakat pedalaman.

“Semoga Dasa Wisma ini bisa terus maju dan berkembang. Keterbatasan serta jarak dari perkotaan tidak boleh menjadi penghalang untuk memacu semangat berubah dan maju,” ujarnya.

Langkah kecil di Long Mesangat itu menjadi penanda bahwa tanaman pekarangan tak lagi sekadar hijau di halaman. Ia menjelma harapan baru. Yaitu menyehatkan tubuh, menguatkan ekonomi, dan menumbuhkan kemandirian desa.(ADV)

Admin

Berkarie di media online sejak jaman kompeni, jurnalis uzur ini menyukai outdoor activity, seperti main layangan dan meriam bumbung.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.