SANGATTA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menyalurkan bantuan program pendidikan Gratispol kepada 254 mahasiswa di Kabupaten Kutai Timur. Penyerahan dilakukan Gubernur Kaltim di sela-sela kegiatan Safari Ramadhan di wilayah tersebut.
Penyerahan simbolis program unggulan Pemprov Kaltim itu berlangsung di Sangatta pada Selasa (24/2). Program ini menyasar tiga perguruan tinggi swasta yang ada di Kabupaten Kutai Timur. Ketiga kampus tersebut menerima bantuan dengan jumlah penerima yang bervariasi.
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Nusantara Sangatta menjadi penerima terbanyak dengan total 166 mahasiswa. Kemudian, sebanyak 66 mahasiswa berasal dari Sekolah Tinggi Agama Islam Sangatta. Selanjutnya, 22 mahasiswa dari Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Kutai Timur juga turut merasakan manfaat program tersebut.
Untuk merealisasikan program ini di tiga kampus tersebut, Pemprov Kaltim mengucurkan dana bantuan dengan total nilai mencapai Rp2,567 miliar. Angka tersebut merupakan akumulasi bantuan yang diberikan kepada seluruh mahasiswa penerima di Kabupaten Kutai Timur.
Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, menjelaskan bahwa program Gratispol tidak hanya menyasar Kabupaten Kutai Timur. Pemerintah provinsi memberikan program ini secara menyeluruh kepada 52 perguruan tinggi di Kalimantan Timur, baik negeri maupun swasta. Cakupan penerimanya pun cukup luas.
“Ini mulai dari mahasiswa semester 1 sampai dengan semester 8. Catatan yaa, ada batasan usia,” ucapnya di Sangatta.
Pemberian bantuan ini disesuaikan dengan kondisi masing-masing perguruan tinggi. Untuk ketiga kampus di Kutai Timur yang berstatus swasta, sistem pembiayaannya berbeda dengan Perguruan Tinggi Negeri yang menggunakan Uang Kuliah Tunggal.
Pemerintah provinsi sebelumnya melakukan survei untuk mengetahui kisaran biaya pendidikan di wilayah tersebut. Berdasarkan hasil survei, besaran biaya pendidikan di perguruan tinggi Kutai Timur jika dikonversikan ke dalam sistem UKT berkisar antara Rp5 juta hingga Rp7 juta.
“Sehingga mahasiswa yang pengin kuliah di mana saja yang diinginkan di Kalimantan Timur ini adalah urusannya langsung ke kampus,” ujarnya.
Pemerintah provinsi juga menerapkan mekanisme seleksi dalam program ini. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan menjangkau mahasiswa yang benar-benar membutuhkan.
Lebih lanjut, Rudy mengatakan, bagi mahasiswa yang telah mendapatkan beasiswa dari pemerintah Kabupaten Kutai Timur maupun pihak swasta, tidak dapat mendapatkan program Gratispol.
“itu sudah tidak dihitung. Yang dihitung yang tidak dapat saja. Ini adalah bagian daripada pemerataan untuk agar semuanya mahasiswa Kalimantan Timur,” pungkasnya.
Program Gratispol ini diharapkan dapat mendorong pemerataan akses pendidikan tinggi di Kalimantan Timur. Dengan adanya program tersebut, putra-putri daerah memiliki kesempatan lebih luas untuk mengenyam pendidikan hingga jenjang universitas.