Verifikator Geopark Tinjau Tangga Bidadari Selangkau, Prof Mega Fatimah Soroti Kemandirian Masyarakat Menjaga Lingkungan

by
9 Juli 2026

KUTAI TIMUR – Tim verifikator Geopark melakukan kunjungan lapangan ke kawasan Tangga Bidadari yang berada di Desa Selangkau, Kecamatan Kaliorang, Kabupaten Kutai Timur, dalam rangka proses penilaian kawasan Karst Sangkulirang-Mangkalihat menuju status Geopark Nasional.

Rombongan tersebut terdiri dari sejumlah pakar dan akademisi yang terlibat dalam proses verifikasi, di antaranya Prof. Ir. Mega Fatimah Rosana, M.Sc., Ph.D. selaku pakar geologi dan ahli geopark, kemudian Aries Kusworo, serta Yadi Muliadi.

Turut terlibat dalam kegiatan tersebut unsur dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Pusat Survei Geologi Badan Geologi, serta Badan Perencanaan Pembangunan Nasional.

Dalam kunjungannya, Prof Mega Fatimah Rosana menilai kawasan Tangga Bidadari memiliki potensi geologi yang kuat untuk mendukung pengembangan kawasan geopark. Keberadaan formasi batuan serta kemunculan mata air alami menjadi salah satu keunggulan utama yang dimiliki lokasi tersebut.

“Secara geologinya sudah pasti memiliki nilai penting karena terdapat formasi batuan dan kemunculan mata air yang menjadi keunggulan kawasan ini,” ujar Prof Mega.

Namun menurutnya, kekuatan utama yang paling menarik dari konsep geopark di kawasan tersebut bukan hanya terletak pada aspek geologi, melainkan pada keterlibatan masyarakat dalam menjaga dan melestarikan lingkungan di sekitarnya.

“Yang menarik dalam konsep geopark ini adalah peran serta masyarakat yang sudah sangat mandiri dalam menjaga lingkungannya agar tetap terjaga. Semua pihak berkolaborasi mulai dari pemerintah desa hingga pemerintah kecamatan,” katanya.

Ia mengapresiasi pengelolaan kawasan yang dinilai telah menunjukkan perkembangan signifikan meskipun baru berjalan sekitar enam bulan. Menurutnya, komitmen masyarakat dan pemerintah daerah menjadi modal penting dalam mewujudkan kawasan tersebut sebagai bagian dari Geopark Nasional.

“Harapannya ini sudah luar biasa meskipun baru enam bulan pengelolaan. Ke depan, ketika memperoleh status geopark, masyarakat akan semakin menjaga alamnya agar tetap lestari sekaligus meningkatkan kesejahteraan mereka,” tambahnya.

Kawasan Tangga Bidadari di Desa Selangkau menjadi salah satu titik yang dinilai dalam rangkaian verifikasi Geopark Sangkulirang-Mangkalihat. Selain menyajikan keunikan geologi, kawasan ini juga dinilai memiliki potensi besar dalam pengembangan wisata berbasis konservasi dan pemberdayaan masyarakat.

Melalui kolaborasi antara masyarakat, pemerintah desa, pemerintah kecamatan, serta para pemangku kepentingan lainnya, kawasan ini diharapkan dapat menjadi contoh pengelolaan geopark yang mampu menjaga kelestarian alam sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.