SANGATTA – Seekor buaya muara dengan panjang sekitar 3,55 meter berhasil diamankan setelah diduga menyerang seorang remaja laki-laki di kawasan Sungai Sangatta, Kabupaten Kutai Timur, pada Rabu malam (13/5/2026).
Peristiwa tersebut sempat menghebohkan masyarakat dan dengan cepat menyebar melalui media sosial serta grup WhatsApp warga. Menindaklanjuti informasi itu, personel Pemadam Kebakaran Kutai Timur turun ke lokasi untuk membantu proses evakuasi reptil tersebut.
Anggota Damkar Kutim, Kaharudhin atau yang lebih dikenal dengan sapaan Pak Kahar, menjelaskan bahwa saat tim tiba sekitar pukul 23.00 Wita, buaya tersebut telah lebih dulu ditangkap oleh warga.
“Setibanya kami di lokasi, buaya sudah dalam kondisi tertangkap. Kami membantu proses pemindahan dan evakuasinya,” ujar Pak Kahar.
Menurutnya, penangkapan dilakukan oleh warga yang tergabung dalam Laskar Kutai Kartanegara (LKK), dengan dukungan aparat TNI, kepolisian, dan masyarakat setempat.
Dari informasi yang diperoleh di lapangan, terdapat dua ekor buaya yang terlihat di sekitar lokasi kejadian. Namun, buaya yang berhasil diamankan merupakan yang berada paling dekat dengan titik serangan, sehingga diduga kuat sebagai hewan yang menyerang korban.
“Ada dua ekor buaya yang ditemukan. Yang ditangkap ini lokasinya paling dekat dengan tempat kejadian, jadi besar kemungkinan inilah buaya yang menyerang korban,” jelasnya.
Korban diketahui seorang remaja laki-laki yang saat itu diduga tengah mengejar layangan di sekitar bantaran sungai. Setelah kejadian, korban segera dilarikan ke rumah sakit dan mendapat penanganan medis.
“Korban sudah mendapatkan perawatan. Informasi yang kami terima, luka yang dialaminya cukup serius,” kata Pak Kahar.
Pak Kahar menilai meningkatnya kemunculan buaya di sekitar kawasan permukiman tidak terlepas dari perubahan habitat dan berkurangnya sumber makanan di alam liar.
“Sekarang buaya tidak hanya ditemukan di sungai, tapi juga di area yang cukup jauh dari aliran air. Kemungkinan habitatnya terganggu dan sumber makanannya semakin terbatas,” ujarnya.
Ia mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati ketika beraktivitas di sekitar sungai, rawa, maupun daerah yang berpotensi menjadi habitat buaya.
“Kita harus meningkatkan kewaspadaan bersama. Sangatta memang dikenal sebagai wilayah yang berdampingan dengan habitat buaya. Karena itu, kehati-hatian sangat penting agar kejadian seperti ini tidak terulang,” tegasnya.
Ia juga berharap pemerintah daerah terus memperkuat langkah penanganan konflik antara manusia dan satwa liar agar risiko serangan buaya dapat diminimalkan.
“Kalau belum bisa dihilangkan sepenuhnya, setidaknya kejadian seperti ini dapat ditekan melalui kerja sama semua pihak,” pungkasnya.