SANGATTA – Perebutan jabatan kepala dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kini memasuki tahap krusial. Sebanyak 12 kandidat telah mengerucut ke posisi tiga besar untuk mengisi empat jabatan pimpinan tinggi pratama (JPTP) yang masih kosong.
Nama-nama tersebut diumumkan melalui dokumen Panitia Seleksi Nomor 055/PANSEL-JPTP/KUTIM/IV/2026 tertanggal 27 April 2026. Artinya, proses seleksi terbuka yang dimulai sejak awal tahun kini telah sampai pada tahap akhir di masing-masing jabatan.
Ketua Panitia Seleksi yang juga Sekretaris Kabupaten Kutim, Rizali Hadi, menegaskan bahwa seluruh tahapan seleksi telah berjalan sesuai ketentuan.
Penilaian tidak hanya berdasarkan hasil uji kompetensi, tetapi juga mempertimbangkan rekomendasi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Dalam pengumuman tersebut, panitia menetapkan tiga kandidat terbaik untuk setiap posisi, yang disusun berdasarkan urutan abjad.
Untuk Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja, tiga kandidat yang lolos adalah Irma Yuwinda, Piter Buyang, dan Sulisman.
Di Dinas Pariwisata, persaingan diisi oleh Akhmad Rifanie, Islamuddin Rusmin Reka, dan Mahriadi.
Sementara itu, di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), tiga nama yang masuk tahap akhir yakni Bony Briks, Muhammad Yani, dan Novian Prananta.
Adapun di Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah, posisi tiga besar ditempati Firman Wahyudi, Marhadyn, dan Nurrahmi Asmalia—sektor yang dinilai strategis dalam memperkuat ekonomi masyarakat.
Panitia seleksi juga memastikan seluruh proses telah mendapat persetujuan dari pemerintah pusat, dibuktikan dengan rekomendasi BKN Nomor 21086/R-AK.02.03/SD/F/2026 tertanggal 22 April 2026.
Meski sudah mengerucut, penentuan pejabat definitif belum dilakukan. Hasil seleksi akan diserahkan kepada Bupati Kutim sebagai Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK), yang nantinya memilih satu nama dari masing-masing tiga besar untuk dilantik.
Panitia menegaskan, keputusan yang telah ditetapkan bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat.